Kemarin partnerku tiba-tiba nanya dengan penuh keyakinan dan polosnya:
“Kalau telur dadar biasa pakai 2-3 telur ayam, cukup kan ya…
kalau pakai telur ikan, berarti pakai berapa?”
Dan di titik itu…
aku sadar pendidikan Indonesia masih punya side quest. 😭
Aku coba jawab hati-hati karena takut ini jebakan logika.
Karena technically…
dia gak salah.
Telur ikan ya telur juga.
Tapi masalahnya:
- telur ayam = satu biji satu bayi ayam potensial 🐣
- telur ikan = satu sendok makan isinya satu angkatan sekolah dasar 🤣
Bayangin masak telur dadar pakai telur ikan.
Bukan lagi, “Mas, lauknya apa?”
Tapi, “Mas, ini kenapa ekosistem laut ikut jadi korban?” 🙊
Yang bikin aku gak kuat tuh cara dia nanyanya serius banget.
Kayak sedang briefing program ketahanan pangan nasional.
Aku langsung kebayang:
- satu ikan salmon = makan siang RT 04
- satu ember telur ikan = MBG 3 provinsi selesai
Pantes anggaran negara cukup rumit.
Lha rakyat Indonesia ternyata mikirnya out of the ocean nih…
Terus makin dipikir makin chaos.
Kalau telur ayam dihitung “butir”…
Telur ikan dihitung apa?
- sendok?
- scoop?
- liter?
- atau langsung pakai satuan APBN? #Eh
🤔🤔🤔🤔
Dan jujur…
dengan kondisi harga bahan pokok sekarang,
aku gak akan kaget kalau nanti ada konten:
“RESEP HEMAT 2026, Telur Dadar dari 14.000 Telur Ikan, Cukup untuk Sekampung!”
Kadang Indonesia tuh bukan kekurangan ide.
Kita cuma terlalu pede untuk menindaklanjuti semua ide itu. HAHAHAHA
#Peace #DarkJoke
~ Reendiana


Leave a comment